Postingan

petang paling sepi

Pada Petang - petang yang kini terlewat begitu saja,  Yang dulu terasa istimewa dan  kini menjadi hal paling di inginkan. Pada petang – Petang yang dulu riuh dengan canda dan tawa, Yang kini menjadikannya sepi dan begitu sunyi. Lalu aku bertanya, tentang ini itu, dimana dan sudah sampai mana. Perihal cita-cita yang luar biasa. Yang pernah kita tulis bersama,  Yang ternyata kau tidak menyertakan aku didalamnya. Padahal di punggung ini, kau begitu antusias bercerita banyak hal. Mengeja satu persatu berikut waktu untuk mewujudkannya. Tulisan cita-cita  itu rapih dikepala, tersusun atas cinta dan percaya. Kini, cita-cita itu menjadi prasasti paling megah. Peninggalan paling istimewa, Yang ditinggal begitu saja. Terawat dengan sepi, dan janji yang di ikat penuh ilusi.

Kopi paling sepi

Pada Kepergian yang dilahap malam, yang menelanjangi mata untuk menjadi pelacur. Yang memperkosa rasa, yang menjadikannya tak lagi berirama. Pada kepergian yang menjadikan sunyi isi kepala, Yang menghilangkan kewarasan, menggantinya dengan kebisuan. Kopiku malam ini terlalu sepi. Lebih sepi dari puisi tanpa kata, lebih sepi dari hujan tanpa air. Gelas ku malam ini terlalu melankolis, Retak dan tak lagi menyimpan bekas bibirmu. Setelah pergi itu, duka ku menjadi kekal. Setelah pergi itu, doa-doaku tak lagi memiliki wujud. Ruang rindu, 2020

Tentang sebuah perpisahan

Ada yang menikmati cemburu ketika rasa dan mendamba hanya menjadi sebuah rindu. Ada yang sadar, malam hanyalah waktu paling manja untuk melihat dia tanpa harus bertanya sedang apa. Menjelajah setiap aplikasi, membiarkan jarinya berjalan-jalan pada  setiap story yang ia buat di lain hari. Tidak jarang, sesekali membubuhkan simbol hati, pada unggahan gambar yang ia unggah dengan bahagia. Meski ribuan orang melakukan hal yang sama, baginya tidak peduli. Perpisahan membuat dia tidak lagi mengenal kewarasan. Ada yang sadar pada sebuah takdir bahwa bersama hanya akan menambah luka, ada yang sadar ketika rencana Tuhan ikut serta pada kisah dan ceritanya. Ada yang berusaha melupakan meski otak dan hati kadang tidak berjalan beriringan. Ada yang mencoba ikhlas tentang kehilangan, merasa kalah dan memilih mengakhiri sebuah pertikaian. Ada yang tidak terima, memaki dan sumpah serapah pada luka yang ia terima. Ada yang berbicara lewat airmata dan membiarkan bibirnya membisu. Ada yang memili...

Ilusi

Ilusi Dari sudut malam, ingatanku membawa pada satu pertemuan. cahaya paling terang, mengalahkan purnama dan teduh malam. Pernah satu meja dengan kopi yang sama, namun mungkin tidak dengan perasaan, Patah hati mempertemukan, namun tidak pernah bisa menyatukan. Kita begitu dekat namun tidak pernah terikat. Entah aku yang tidak pernah tahu diri, atau memang kita sama-sama tidak pernah mengerti isi hati masing-masing. setiap pertemuan adalah alasan kebahagiaan, namun saling memiliki hanyalah ilusi. Kita memang tidak pernah ada kesepakatan untuk hidup bersama. perlahan aku sadar, angan tetaplah khayalan, menjadi nyata adalah ke tidak mungkinan yang pasti. Hari menjelma minggu menjadikan bulan. Kabarmu hanya melintas lewat unggahan ditengah kesibukan, tidak ada lagi perbincangan sehangat di meja itu, atau gelak tawa di sudut senja yang bulan lalu kita kunjungi. Kita kadang menjadi asing, terlalu banyak perbincangan lewat pesan yang berakhir ceklis dua biru, atau sekedar menjadi penonton ...

Titik temu

Ketahuilah, sebelum mengenalmu aku berada diantara ramainya kerumunan. Tersesat diantara hangatnya perasaan hingga akhirnya semua terpatahkan. Janji, harapan, dan rencana yang sudah terususun rapih akhirnya berakhir tragis. Sebelum mengenalmu, pernah hidup sebuah perasaan yang akhirnya mati ditikam kenyataan. Melumpuhkan hati untuk kembali mencintai, menjadikan setiap keramaian hanyalah sunyi. Pernah hadir sebuah rasa yang akhirnya mengukir luka, membunuh rasa menjadikan raga enggan lagi mengenal cinta. Namun kau datang dengan rasa yang berbeda, menjadi bunyi ditengah sunyi. Menuntun ku kembali melangkah dan perlahan membantu meulihkan setiap luka. Kau hadir sebagai satu-satunya embun yang menyegarkan, membasuh setiap kering hatiku. Selamanya, kau yang paling bisa memberi warna dalam setiap cerita. Denganmu, hari-hariku adalah tentang tawa. Bukan lagi tentang luka. Sepi yang kemarin hadir, berhasil kau isi dengan setiap puisi. Luka yang kemarin menganga berhasil kau isi dengan seti...

Labirin masa lalu

Sendu merangkum kenang, mengintari rongga dada, menghias kepala, dan menjadikan setiap langkah adalah relung luka paling menganga. Padahal bahagia kita pernah lebih indah dari anggun senja di akhir cakrawala. Hingga akhirnya satu tikaman tentang pengkhianatan berhasil kau tanam tepat di suburnya asmara. Kehilangan pernah begitu parah menjadikan kaki enggan kembali melangkah. Detik yang melaju hanya omong kosong, bagiku tetap saja masa lalu. luka menjadikanku labirin paling sulit, memutar balikan hati untuk kembali mengingatmu. Hatiku berpijar menyala dibakar api ketidak relaan, setiap kemesraan yang kau tunjukan lewat lini masa seakan  tidak pernah mersa bersalah,  bahwa ada satu hati yang kau tinggalkan secara keji. Berbagai cara pernah aku lakukan, untuk menghapus seluruh tentangmu dalam ingatan. nyatanya, melupakan tidak semudah mencintai. Aku terlena dalam luka, dan kau bahagia membuat harapan baru. Padahal, satu waktu pernah menjadikan kita satu, merangkum setiap janj...

Tentang Hati

Tentang Hati Terkadang, kita hanya perlu bersabar untuk menghapus masa lalu. Tidak mampu melupakanmu, bukan berarti aku tidak mampu menemukan hati yang baru. Hanya perihal waktu, akan tiba masanya semua tentangmu hanya jadi abu masa lalu. Tentang hati yang baru : Menjadikanmu satu dari ribuan kesibukan bukanlah hal gampang, banyak hal yang terlewat, terutama tentang rindu yang tidak pernah berujung temu. Terimakasih telah mengajarkan bagaimana rasanya kembali melangkah. Menuntunku, menuju hal-hal baru membawa setiap luka pada setiap tabah. Terimakasih telah menghapus segala ragu, pesonamu membawa setiap perasaan dan tidak pernah redup, ketahuilah di hatimu aku memutuskan untuk tetap hidup. Sebelum  semuanya terlampau jauh, dan di hatimu aku benar-benar utuh. Izinkan aku untuk membenarkan segala rindu, dan tidak lagi menyalahkan segala kecewa. Memelukmu dengan komitmen, agar rindu benar adanya. Biarkan kita hanya rahasia, tidak diketahui setiap manusia bukan berarti kita tid...