Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Retak

Retak Ada hujan yang jatuh secara tiba-tiba, ada tangis yang jatuh tanpa aba-aba. Ada senja yang tidak lagi menyimpan jingga, ada muram yang jatuh di terik bahagia yang sedang berbunga. Perlahan, senyumpun padam. Luntur dalam langkah yang membuat pipi basah. Retak, jarak tidak hanya menjauhkan raga, tetapi hati juga ikut terbawa. Pada ujung malam yang berhias pijar kejora, serupa suasana subuh di pegunungan. Hatiku menggigil, cemas dan ketakutan. Secarik kabar permisi meluluh lantahkan semua isi hati. Ternyata kita tidak pernah benar-benar bisa saling menjaga. Untuk pertama kali, luka mulai datang membuat lain cerita. Hambar dan begitu hampa, hatiku mulai tak berirama. Pada malam-malam yang berhias gerimis, ketakutanpun menjadi nyata. Kita tidak benar-benar bisa bertahan, semua rencana dan kenangan luluh dibias gerimis tajam tengah malam. Retak tak berirama. jantungkupun berdebar lebih dari biasanya, kau putuskan memilih cerita berbeda, ketika semua mendukung kita untuk...

Kau yang istimewa

Kau yang istimewa Kita pernah menggantungkan cita-cita paling hebat, mengaitkannya pada ujung malam sebelum fajar datang. tujuan kita sama: tetap bisa menjaga semua rasa tanpa ada jeda atau luka yang membuat kita lupa akan tujuan waktu pertama. Kita sepakat untuk akhirnya tidak akan ada hati yang terkhianati. Semua bermuara dalam rajutan kisah. Aku bahagia, kau pun demikian. Hebat dan begitu besar, deras hujan tidak mampu membuat semua mimpi kita luntur. Semua telah terlampau jauh, di hatimu aku telah jatuh. Aku tidak pernah takut, terlebih ragu akan semua ketulusanmu. Debar bahagia adalah makanan yang tidak pernah lupa ketika kita jumpa, atau sekedar berbicara lewat udara, kau mampu membuat warna yang begitu istimewa. Padamu, cintaku telah tertambat. Segala upaya coba aku lakukan, memeberimu tawa bahagia adalah caraku agar manis senyummu tidak pernah padam. Semesta pun paham bagaimana rasaku padamu, kau adalah alasan mengapa aku masih betah bernapas, aku tidak pernah t...

Tentang Kita

Tentang kita Sebab tiada lagi tempat istirahat paling teduh selain indah dua bola matamu. tempat dimana kesunyian tidak pernah ada. Seanggun senja, seteduh jiingganya, berulang kali aku jatuh pada keteduhan itu. segala rindu berlabuh pada lingkar pelukmu, tempat segala rasa bermuara. Padamu, ribuan kali aku tenggelam dalam kata cinta. Perihal bahagia, usah ditanya lagi. Bahkan aku lupa bagaimana caranya mengeluarkan airmata duka. Semua merekah indah, pesona surya tenggelam di pegunungan hanyalah omong kosong. Matamu jauh lebih mempesona, lebar senyummu adalah miniatur segala kejora. Padamu, aku tidak pernah mengenal derita. Lantunan rindu adalah perihal namamu. Kita adalah sepakat yang tidak akan pernah tamat. Semua terpancar begitu hebat, layaknya kejora yang menghiasi pekat malam, cinta kita lebih banyak dari itu. setiap pertemuan adalah cerita bahagia yang tidak pernah kalah oleh cahaya purnama. Selain kehadiranmu, semua terasa begitu cepat berlalu. Aku tidak per...