Labirin masa lalu
Sendu merangkum kenang, mengintari rongga dada, menghias kepala, dan menjadikan setiap langkah adalah relung luka paling menganga. Padahal bahagia kita pernah lebih indah dari anggun senja di akhir cakrawala. Hingga akhirnya satu tikaman tentang pengkhianatan berhasil kau tanam tepat di suburnya asmara. Kehilangan pernah begitu parah menjadikan kaki enggan kembali melangkah. Detik yang melaju hanya omong kosong, bagiku tetap saja masa lalu. luka menjadikanku labirin paling sulit, memutar balikan hati untuk kembali mengingatmu. Hatiku berpijar menyala dibakar api ketidak relaan, setiap kemesraan yang kau tunjukan lewat lini masa seakan tidak pernah mersa bersalah, bahwa ada satu hati yang kau tinggalkan secara keji. Berbagai cara pernah aku lakukan, untuk menghapus seluruh tentangmu dalam ingatan. nyatanya, melupakan tidak semudah mencintai. Aku terlena dalam luka, dan kau bahagia membuat harapan baru. Padahal, satu waktu pernah menjadikan kita satu, merangkum setiap janj...