Kopi paling sepi


Pada Kepergian yang dilahap malam, yang menelanjangi mata untuk menjadi pelacur.
Yang memperkosa rasa, yang menjadikannya tak lagi berirama.

Pada kepergian yang menjadikan sunyi isi kepala,
Yang menghilangkan kewarasan, menggantinya dengan kebisuan.

Kopiku malam ini terlalu sepi.
Lebih sepi dari puisi tanpa kata, lebih sepi dari hujan tanpa air.
Gelas ku malam ini terlalu melankolis,
Retak dan tak lagi menyimpan bekas bibirmu.

Setelah pergi itu, duka ku menjadi kekal.
Setelah pergi itu, doa-doaku tak lagi memiliki wujud.



Ruang rindu, 2020

Komentar

  1. Dan setelah pergi itu, harapku bak air tanpa wadah..
    Tak berbentuk dan tak tau arah...
    ......
    Sip bagus banget, sukses terus dan semangat untuk tetap berkarya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih sudah mampir, percayalah air mata itu akan bermuara pada tempat yang semestinya terhenti. entah itu kebahagiaan, atau bisa jadi sebuah luka yang tidak pernah bisa dilupakan. bukankah hidup tidak menyenangkan jika tanpa sebuah luka?

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

petang paling sepi

Peluk yang pelik