Tentang Hati

Tentang Hati
Terkadang, kita hanya perlu bersabar untuk menghapus masa lalu. Tidak mampu melupakanmu, bukan berarti aku tidak mampu menemukan hati yang baru. Hanya perihal waktu, akan tiba masanya semua tentangmu hanya jadi abu masa lalu.
Tentang hati yang baru :
Menjadikanmu satu dari ribuan kesibukan bukanlah hal gampang, banyak hal yang terlewat, terutama tentang rindu yang tidak pernah berujung temu. Terimakasih telah mengajarkan bagaimana rasanya kembali melangkah. Menuntunku, menuju hal-hal baru membawa setiap luka pada setiap tabah. Terimakasih telah menghapus segala ragu, pesonamu membawa setiap perasaan dan tidak pernah redup, ketahuilah di hatimu aku memutuskan untuk tetap hidup.
Sebelum  semuanya terlampau jauh, dan di hatimu aku benar-benar utuh. Izinkan aku untuk membenarkan segala rindu, dan tidak lagi menyalahkan segala kecewa. Memelukmu dengan komitmen, agar rindu benar adanya. Biarkan kita hanya rahasia, tidak diketahui setiap manusia bukan berarti kita tidak benar-benar bahagia.
Akan banyak masa sulit, bukan berarti selamanya terasa pahit. Biarkan semua menjadi bibit paling manis untuk meriwayatkan kisah yang menandakan masa lalu masing-masing telah terhapus.
Tentang hati yang lalu :
Tidak perlu tahu bagaimana kabarku, jika pada akhirnya hanya akan mengingatkan ku tentang masa lalu. Kau telah sepakat untuk mengakhiri semuanya dengan tamat. Detik ini dikepalaku, bukan lagi tentangmu. Sudah cukup lama rasanya kau betah menghiasi lingkar kepala. Ingatanku telah melemah, jika berbicara tentangmu. Aku ingin benar-benar berdamai dengan masa lalu, terutama denganmu yang sempat ingin menjadi satu. Biarkan semua kisah tentangmu tidak lagi menjadi paling utama diperasaan. Aku sedang mencoba bagaimana caranya menggantikan. Menerima setiap kekurangan, menerima setiap perbedaan. Mencoba bagaimana caranya tidak lagi membandingkan, sebab benar adanya membandingkan bukan solusi ketika kita ingin mencari yang terbaik.
Terimakasih untuk setiap kisah yang pernah ada, berikut semua luka yang akhirnya kau persembahkan, aku mencoba berpindah perlahan, menuju hati yang jelas bukan kamu.
Tentang hati ini:
Terimakasih telah kuat menerima setiap kecewa, terimakasih untuk kembali sembuh setelah deras dusta melanda. Pada akhirnya perjalanan akan kembali dimuali, bukan mencari siapa yang paling dianggap istimewa, tetapi mencari siapa yang paling pantas menjadikan setiap perbedaan untuk sebuah keistimewaan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kopi paling sepi

petang paling sepi

Peluk yang pelik