Titik temu


Ketahuilah, sebelum mengenalmu aku berada diantara ramainya kerumunan. Tersesat diantara hangatnya perasaan hingga akhirnya semua terpatahkan. Janji, harapan, dan rencana yang sudah terususun rapih akhirnya berakhir tragis.

Sebelum mengenalmu, pernah hidup sebuah perasaan yang akhirnya mati ditikam kenyataan. Melumpuhkan hati untuk kembali mencintai, menjadikan setiap keramaian hanyalah sunyi. Pernah hadir sebuah rasa yang akhirnya mengukir luka, membunuh rasa menjadikan raga enggan lagi mengenal cinta.

Namun kau datang dengan rasa yang berbeda, menjadi bunyi ditengah sunyi. Menuntun ku kembali melangkah dan perlahan membantu meulihkan setiap luka. Kau hadir sebagai satu-satunya embun yang menyegarkan, membasuh setiap kering hatiku.

Selamanya, kau yang paling bisa memberi warna dalam setiap cerita. Denganmu, hari-hariku adalah tentang tawa. Bukan lagi tentang luka. Sepi yang kemarin hadir, berhasil kau isi dengan setiap puisi. Luka yang kemarin menganga berhasil kau isi dengan setiap tawa.

Kini, mencintaimu bukan hanya sekedar lamunan. Kau berhasil menjadi yang utama meski bukan yang pertama. Kini, setiap rindu adalah alasan setiap pertemuan, setiap jarak adalah alasan untuk mendoakan.

Untuk mu yang menjadi titik temu pencarianku, tetap seperti itu. titik dua bintang untukmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kopi paling sepi

petang paling sepi

Kau yang istimewa