Ilusi
Ilusi Dari sudut malam, ingatanku membawa pada satu pertemuan. cahaya paling terang, mengalahkan purnama dan teduh malam. Pernah satu meja dengan kopi yang sama, namun mungkin tidak dengan perasaan, Patah hati mempertemukan, namun tidak pernah bisa menyatukan. Kita begitu dekat namun tidak pernah terikat. Entah aku yang tidak pernah tahu diri, atau memang kita sama-sama tidak pernah mengerti isi hati masing-masing. setiap pertemuan adalah alasan kebahagiaan, namun saling memiliki hanyalah ilusi. Kita memang tidak pernah ada kesepakatan untuk hidup bersama. perlahan aku sadar, angan tetaplah khayalan, menjadi nyata adalah ke tidak mungkinan yang pasti. Hari menjelma minggu menjadikan bulan. Kabarmu hanya melintas lewat unggahan ditengah kesibukan, tidak ada lagi perbincangan sehangat di meja itu, atau gelak tawa di sudut senja yang bulan lalu kita kunjungi. Kita kadang menjadi asing, terlalu banyak perbincangan lewat pesan yang berakhir ceklis dua biru, atau sekedar menjadi penonton ...