Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Ilusi

Ilusi Dari sudut malam, ingatanku membawa pada satu pertemuan. cahaya paling terang, mengalahkan purnama dan teduh malam. Pernah satu meja dengan kopi yang sama, namun mungkin tidak dengan perasaan, Patah hati mempertemukan, namun tidak pernah bisa menyatukan. Kita begitu dekat namun tidak pernah terikat. Entah aku yang tidak pernah tahu diri, atau memang kita sama-sama tidak pernah mengerti isi hati masing-masing. setiap pertemuan adalah alasan kebahagiaan, namun saling memiliki hanyalah ilusi. Kita memang tidak pernah ada kesepakatan untuk hidup bersama. perlahan aku sadar, angan tetaplah khayalan, menjadi nyata adalah ke tidak mungkinan yang pasti. Hari menjelma minggu menjadikan bulan. Kabarmu hanya melintas lewat unggahan ditengah kesibukan, tidak ada lagi perbincangan sehangat di meja itu, atau gelak tawa di sudut senja yang bulan lalu kita kunjungi. Kita kadang menjadi asing, terlalu banyak perbincangan lewat pesan yang berakhir ceklis dua biru, atau sekedar menjadi penonton ...

Titik temu

Ketahuilah, sebelum mengenalmu aku berada diantara ramainya kerumunan. Tersesat diantara hangatnya perasaan hingga akhirnya semua terpatahkan. Janji, harapan, dan rencana yang sudah terususun rapih akhirnya berakhir tragis. Sebelum mengenalmu, pernah hidup sebuah perasaan yang akhirnya mati ditikam kenyataan. Melumpuhkan hati untuk kembali mencintai, menjadikan setiap keramaian hanyalah sunyi. Pernah hadir sebuah rasa yang akhirnya mengukir luka, membunuh rasa menjadikan raga enggan lagi mengenal cinta. Namun kau datang dengan rasa yang berbeda, menjadi bunyi ditengah sunyi. Menuntun ku kembali melangkah dan perlahan membantu meulihkan setiap luka. Kau hadir sebagai satu-satunya embun yang menyegarkan, membasuh setiap kering hatiku. Selamanya, kau yang paling bisa memberi warna dalam setiap cerita. Denganmu, hari-hariku adalah tentang tawa. Bukan lagi tentang luka. Sepi yang kemarin hadir, berhasil kau isi dengan setiap puisi. Luka yang kemarin menganga berhasil kau isi dengan seti...