Seperti Hujan Yang Jatuh
Seperti mimpi, aku kembali menemukanmu dalam keadaan yang pelik. Kau tinggal dalam peluk kesedihan dan ratapan yang tak satu orangpun mampu menyembuhkan. Kau bercerita di balik berisiknya jalanan, di tepi Jurang luka yang menjadikanmu lemah dan berdarah. Aku mencoba menenangkan isak tangismu, dalam senja yang yang murung. Menghapus airmatamu dengan tangan yang rapuh. Jika harus jujur perihal perasaan, Akupun merasa demikian, lukaku belum sembuh sepenuhnya. Perihku belum sempurna untuk bisa dikatakan biasa. Luka dan perih yang kau tinggalkan di hari yang lalu. Tepat menikam, dan melukai hampir tidak bisa disembuhkan. Sekian lama kau bercerita, tentang pasangaanmu yang membuatmu terluka. Lalu, permintaan maaf kau sampaikan menjelang akhir pembicaraan. Mulutku membisu, dadaku bergetar. Dengan manisnya kau meminta maaf, pada luka pahit yang kau tinggalkan di tahun lalu. Ya, Maaf. Empat kata yang mampu membuatku kembali mampu memelukmu. Empat kata yang ter eja cukup sempurna, hingga ak...