Postingan

Menampilkan postingan dengan label sepi

Kopi paling sepi

Pada Kepergian yang dilahap malam, yang menelanjangi mata untuk menjadi pelacur. Yang memperkosa rasa, yang menjadikannya tak lagi berirama. Pada kepergian yang menjadikan sunyi isi kepala, Yang menghilangkan kewarasan, menggantinya dengan kebisuan. Kopiku malam ini terlalu sepi. Lebih sepi dari puisi tanpa kata, lebih sepi dari hujan tanpa air. Gelas ku malam ini terlalu melankolis, Retak dan tak lagi menyimpan bekas bibirmu. Setelah pergi itu, duka ku menjadi kekal. Setelah pergi itu, doa-doaku tak lagi memiliki wujud. Ruang rindu, 2020