Postingan

Kapan akan mulai kembali melangkah?

Kapan akan mulai kembali melangkah? Kadang, kita terbelenggu terlalu lama oleh hal-hal yang tidak seharusnya mengurung kita pada ruang kesepian. Kita terlalu lama dipermainkan oleh rasa sakit. Kita lupa, langkah kita masih terlalu dini untuk berhenti hanya karena rasa sakit hati. Padahal, ribuan hati bahkan mungkin jutaan menanti untuk dikunjungi. Terlalu lama diam dengan ketiadaan, membuat kita merasa kita tidak lagi mempunyai apa-apa. Padahal, cinta tidak seharusnya membuat manusia seperti itu. perihal rasa sakit sebab cinta, hal yang biasa. Luka ada bukan untuk melemahkan, apalagi sampai putus asa. Ingat kembali sampai mana kita berhenti melangkah. Banyak hal yang seharusnya kita tuju, banyak tempat untuk kita mendaur ulang rasa. Sebab cinta bukan hanya soal dia yang sempat menaruh luka. Cinta adalah perihal bagaimana kita bisa membuat hati lebih berwarna. Soal dia yang sempat menaruh luka, biarkan waktu membantu melupakan segalanya, mulai kembali melangkah kakimu layak untuk ber...

Elegi Rindu

Elegi Rindu Sore di pematang, sorot mentari memantul di hitam rabutmu. Senyummu memecah indahnya senja, mengalahkan dinginnya hembusan angin. Kau berteriak memecah kesunyian, dingin yang sempat hadir mencoba mengalah. Riang tawamu tidak pernah menandakan sebuah kepergian. Banyak rencana yang seharusnya kita buat lebih banyak. Tapi biarlah, rencana itu hanya sempat menjadi angan, tidak perlu menjadi nyata. Esok, lusa, atau kapan saja, mimpi itu akan menjadi kenyataan meski bukan disini. Jauh, hanya perihal jarak. Ini bukan tentang bagaimana caranya saling melupakan. Tapi tentang bagaimana caranya mengikhlaskan dan mendoakan. Kini biarlah ku tabung semua rindu tentangmu. Tentang senyumu, manja tawamu, dan lembut suaramu. Aku akan tetap berjalan menujumu. Biar ku lewati lembah dan hamparan padang ilalang ini. Kelak, bila waktunya tiba. Sambut aku dengan senyum termanismu. Peluk hangat aku dengan ribuan kerinduan. Berjanjilah untuk tetap bisa tertawa lebar, di tempatmu kini....

Retak

Retak Ada hujan yang jatuh secara tiba-tiba, ada tangis yang jatuh tanpa aba-aba. Ada senja yang tidak lagi menyimpan jingga, ada muram yang jatuh di terik bahagia yang sedang berbunga. Perlahan, senyumpun padam. Luntur dalam langkah yang membuat pipi basah. Retak, jarak tidak hanya menjauhkan raga, tetapi hati juga ikut terbawa. Pada ujung malam yang berhias pijar kejora, serupa suasana subuh di pegunungan. Hatiku menggigil, cemas dan ketakutan. Secarik kabar permisi meluluh lantahkan semua isi hati. Ternyata kita tidak pernah benar-benar bisa saling menjaga. Untuk pertama kali, luka mulai datang membuat lain cerita. Hambar dan begitu hampa, hatiku mulai tak berirama. Pada malam-malam yang berhias gerimis, ketakutanpun menjadi nyata. Kita tidak benar-benar bisa bertahan, semua rencana dan kenangan luluh dibias gerimis tajam tengah malam. Retak tak berirama. jantungkupun berdebar lebih dari biasanya, kau putuskan memilih cerita berbeda, ketika semua mendukung kita untuk...

Kau yang istimewa

Kau yang istimewa Kita pernah menggantungkan cita-cita paling hebat, mengaitkannya pada ujung malam sebelum fajar datang. tujuan kita sama: tetap bisa menjaga semua rasa tanpa ada jeda atau luka yang membuat kita lupa akan tujuan waktu pertama. Kita sepakat untuk akhirnya tidak akan ada hati yang terkhianati. Semua bermuara dalam rajutan kisah. Aku bahagia, kau pun demikian. Hebat dan begitu besar, deras hujan tidak mampu membuat semua mimpi kita luntur. Semua telah terlampau jauh, di hatimu aku telah jatuh. Aku tidak pernah takut, terlebih ragu akan semua ketulusanmu. Debar bahagia adalah makanan yang tidak pernah lupa ketika kita jumpa, atau sekedar berbicara lewat udara, kau mampu membuat warna yang begitu istimewa. Padamu, cintaku telah tertambat. Segala upaya coba aku lakukan, memeberimu tawa bahagia adalah caraku agar manis senyummu tidak pernah padam. Semesta pun paham bagaimana rasaku padamu, kau adalah alasan mengapa aku masih betah bernapas, aku tidak pernah t...

Tentang Kita

Tentang kita Sebab tiada lagi tempat istirahat paling teduh selain indah dua bola matamu. tempat dimana kesunyian tidak pernah ada. Seanggun senja, seteduh jiingganya, berulang kali aku jatuh pada keteduhan itu. segala rindu berlabuh pada lingkar pelukmu, tempat segala rasa bermuara. Padamu, ribuan kali aku tenggelam dalam kata cinta. Perihal bahagia, usah ditanya lagi. Bahkan aku lupa bagaimana caranya mengeluarkan airmata duka. Semua merekah indah, pesona surya tenggelam di pegunungan hanyalah omong kosong. Matamu jauh lebih mempesona, lebar senyummu adalah miniatur segala kejora. Padamu, aku tidak pernah mengenal derita. Lantunan rindu adalah perihal namamu. Kita adalah sepakat yang tidak akan pernah tamat. Semua terpancar begitu hebat, layaknya kejora yang menghiasi pekat malam, cinta kita lebih banyak dari itu. setiap pertemuan adalah cerita bahagia yang tidak pernah kalah oleh cahaya purnama. Selain kehadiranmu, semua terasa begitu cepat berlalu. Aku tidak per...

Mimpi

Mimpi. Aku pernah bermimpi tentang suatu hari yang berhias tawa, barkado doa-doa dan ucapan selamat atas perjuanganku mendapatkanmu. Kita duduk pada singgasana yang menjadikan kita raja dan ratu seharian. Terlalu jauh, mimpiku telah memudar. Kita memang tidak ditakdirkan untuk lebih lama membuat sebuah kisah. Waktupun mengurai semuanya, mengalirkan semua kenangan dan menjatuhkannya tepat pada relung ingatan paling menyebalkan. Iya, aku tengah mengingatmu. Cantikmu tetap sama, senyummu tidak pernah berubah, tatapan bola mata emas itu tetap mampu menghipnotis siapa saja yang berlama-lama memandangmu. Aku masih ingat semuanya, bahakan senyummu yang terakhir kau beri aku masih mampu menggambarkannya. Menunggu hadirmu kembali adalah kematian paling menyakitkan. Sunyi dan terlalu hampa. Aku berlama-lama dengan suasana tersebut. padahal, kau telah jauh membuat rencana. Tentang kita, tidak ada lagi yang mesti menjadi cerita. Kau begegas menuju jalannmu yang baru, mimpi yang selalu ku impi...

Rindu yang Kembali

Rindu yang kembali Ada debar berbeda ketika mataku bertemu senyummu kini, sekilas tentang ingatan masa lalu melintas tak tahu diri. Saat lantunan rindu berujung ingin bertemu masih jelas terdengar ditelinga. Berbicara tentang rindu, sudah terlalu lama rasanya kata itu tidak lagi bermuara ditelinga. Hingga suatu hari kabar tentangmu muncul di linimasa tempat semua tawa tidak benar-benar nyata. Sepenggal kisah yang kau tulis tentang pernikahanmu menjadi topik paling hangat di lingkar kepala. Rasanya, baru kemarin kita berbicara tentang pelaminan. Secepat kilat waktu membuktikan kita hanya berencana tanpa benar-benar membuktikan. Aku sedikit membuka kembali memori yang sempat ku buang, perihal tawa yang pernah merekah mengalahkan segala yang ada. Pada sunyinya suasana saat tenggelamnya surya aku mengadu sembari merapal kisah yang dulu ada. Menyusun kembali tangga menuju segala tempat yang pernah kita singgahi bersama. Tentangmu, tidak selamanya hilang. Bersama deru napas yang sesak s...