Mimpi
Mimpi.
Aku pernah bermimpi tentang suatu hari yang berhias tawa, barkado doa-doa dan ucapan selamat atas perjuanganku mendapatkanmu. Kita duduk pada singgasana yang menjadikan kita raja dan ratu seharian. Terlalu jauh, mimpiku telah memudar. Kita memang tidak ditakdirkan untuk lebih lama membuat sebuah kisah.
Waktupun mengurai semuanya, mengalirkan semua kenangan dan menjatuhkannya tepat pada relung ingatan paling menyebalkan. Iya, aku tengah mengingatmu. Cantikmu tetap sama, senyummu tidak pernah berubah, tatapan bola mata emas itu tetap mampu menghipnotis siapa saja yang berlama-lama memandangmu. Aku masih ingat semuanya, bahakan senyummu yang terakhir kau beri aku masih mampu menggambarkannya.
Menunggu hadirmu kembali adalah kematian paling menyakitkan. Sunyi dan terlalu hampa. Aku berlama-lama dengan suasana tersebut. padahal, kau telah jauh membuat rencana. Tentang kita, tidak ada lagi yang mesti menjadi cerita. Kau begegas menuju jalannmu yang baru, mimpi yang selalu ku impikan telah kau ganti dengan lain hati.
Deras hujan mampu membawa semua kenangan kembali pada ingatan, tetapi terkadang deras hujan tidak mampu membawamu kembali pada pelukan. Kau tenggelam dalam tawa bersama cinta yang telah mengikatmu dengan ikatan akad, aku sibuk dengan ruang hampa bernama rindu. Kita memang telah jauh berbeda, kau tidak layak kusebut cinta.
Aku sibuk berkemas merapihkan segala yang hancur, membereskan semua yang retak, bagiku kau bukan lagi alasan segala rinduku berlabuh.
Perihal mimpi itu, biarkan semesta yang mencatat, kelak akan kuceritakan semuanya pada geliat manja yang masih nyenyak dalam perutmu. Rawat baik-baik calon buah hatimu. suatu saat, ceritakan padanya tentang arti sebuah setia. Biarkan kuberi dia kisah tentang cerita yang lebih dulu hancur sebelum kumenikmati lebih lama senyum manismu.
Aku pernah bermimpi tentang suatu hari yang berhias tawa, barkado doa-doa dan ucapan selamat atas perjuanganku mendapatkanmu. Kita duduk pada singgasana yang menjadikan kita raja dan ratu seharian. Terlalu jauh, mimpiku telah memudar. Kita memang tidak ditakdirkan untuk lebih lama membuat sebuah kisah.
Waktupun mengurai semuanya, mengalirkan semua kenangan dan menjatuhkannya tepat pada relung ingatan paling menyebalkan. Iya, aku tengah mengingatmu. Cantikmu tetap sama, senyummu tidak pernah berubah, tatapan bola mata emas itu tetap mampu menghipnotis siapa saja yang berlama-lama memandangmu. Aku masih ingat semuanya, bahakan senyummu yang terakhir kau beri aku masih mampu menggambarkannya.
Menunggu hadirmu kembali adalah kematian paling menyakitkan. Sunyi dan terlalu hampa. Aku berlama-lama dengan suasana tersebut. padahal, kau telah jauh membuat rencana. Tentang kita, tidak ada lagi yang mesti menjadi cerita. Kau begegas menuju jalannmu yang baru, mimpi yang selalu ku impikan telah kau ganti dengan lain hati.
Deras hujan mampu membawa semua kenangan kembali pada ingatan, tetapi terkadang deras hujan tidak mampu membawamu kembali pada pelukan. Kau tenggelam dalam tawa bersama cinta yang telah mengikatmu dengan ikatan akad, aku sibuk dengan ruang hampa bernama rindu. Kita memang telah jauh berbeda, kau tidak layak kusebut cinta.
Aku sibuk berkemas merapihkan segala yang hancur, membereskan semua yang retak, bagiku kau bukan lagi alasan segala rinduku berlabuh.
Perihal mimpi itu, biarkan semesta yang mencatat, kelak akan kuceritakan semuanya pada geliat manja yang masih nyenyak dalam perutmu. Rawat baik-baik calon buah hatimu. suatu saat, ceritakan padanya tentang arti sebuah setia. Biarkan kuberi dia kisah tentang cerita yang lebih dulu hancur sebelum kumenikmati lebih lama senyum manismu.
Komentar
Posting Komentar