Senja yang hujan

Senja yang hujan
Oleh : Cak Bangau

Pada pekat malam yang tidak pernah rela ditinggalkan senja,
Larut dalam luka yang tak kunjung surut.
Berapa banyak rindu yang terbuang sia-sia?
Yang tenggelam pada dasar kehampaan.
Seperti senja dan malam yang hanya mampu bertemu sesaat.
Seperti itu lah aku.
Pudar di balut warna indah sebuah cinta.
Hanyut dalam gelombang asmara yang tidak berlangsung lama.
Indah, juga menenangkan. Lembut, dan menghanyutkan.
Namun seketika semua berubah menjadi duka.
Lupa akan tawa, nyenyak dalam pelukan airmata.
Sejak saat itu Tidak ada lagi senja di soreku,
Semua berubah menjadi hujan dan rindu.
Tidurlah, aku ingin menetap di matamu sebagai air mata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kopi paling sepi

petang paling sepi

Peluk yang pelik