Postingan

Mimpi

Mimpi. Aku pernah bermimpi tentang suatu hari yang berhias tawa, barkado doa-doa dan ucapan selamat atas perjuanganku mendapatkanmu. Kita duduk pada singgasana yang menjadikan kita raja dan ratu seharian. Terlalu jauh, mimpiku telah memudar. Kita memang tidak ditakdirkan untuk lebih lama membuat sebuah kisah. Waktupun mengurai semuanya, mengalirkan semua kenangan dan menjatuhkannya tepat pada relung ingatan paling menyebalkan. Iya, aku tengah mengingatmu. Cantikmu tetap sama, senyummu tidak pernah berubah, tatapan bola mata emas itu tetap mampu menghipnotis siapa saja yang berlama-lama memandangmu. Aku masih ingat semuanya, bahakan senyummu yang terakhir kau beri aku masih mampu menggambarkannya. Menunggu hadirmu kembali adalah kematian paling menyakitkan. Sunyi dan terlalu hampa. Aku berlama-lama dengan suasana tersebut. padahal, kau telah jauh membuat rencana. Tentang kita, tidak ada lagi yang mesti menjadi cerita. Kau begegas menuju jalannmu yang baru, mimpi yang selalu ku impi...

Rindu yang Kembali

Rindu yang kembali Ada debar berbeda ketika mataku bertemu senyummu kini, sekilas tentang ingatan masa lalu melintas tak tahu diri. Saat lantunan rindu berujung ingin bertemu masih jelas terdengar ditelinga. Berbicara tentang rindu, sudah terlalu lama rasanya kata itu tidak lagi bermuara ditelinga. Hingga suatu hari kabar tentangmu muncul di linimasa tempat semua tawa tidak benar-benar nyata. Sepenggal kisah yang kau tulis tentang pernikahanmu menjadi topik paling hangat di lingkar kepala. Rasanya, baru kemarin kita berbicara tentang pelaminan. Secepat kilat waktu membuktikan kita hanya berencana tanpa benar-benar membuktikan. Aku sedikit membuka kembali memori yang sempat ku buang, perihal tawa yang pernah merekah mengalahkan segala yang ada. Pada sunyinya suasana saat tenggelamnya surya aku mengadu sembari merapal kisah yang dulu ada. Menyusun kembali tangga menuju segala tempat yang pernah kita singgahi bersama. Tentangmu, tidak selamanya hilang. Bersama deru napas yang sesak s...

Senja yang hujan

Senja yang hujan Oleh : Cak Bangau Pada pekat malam yang tidak pernah rela ditinggalkan senja, Larut dalam luka yang tak kunjung surut. Berapa banyak rindu yang terbuang sia-sia? Yang tenggelam pada dasar kehampaan. Seperti senja dan malam yang hanya mampu bertemu sesaat. Seperti itu lah aku. Pudar di balut warna indah sebuah cinta. Hanyut dalam gelombang asmara yang tidak berlangsung lama. Indah, juga menenangkan. Lembut, dan menghanyutkan. Namun seketika semua berubah menjadi duka. Lupa akan tawa, nyenyak dalam pelukan airmata. Sejak saat itu Tidak ada lagi senja di soreku, Semua berubah menjadi hujan dan rindu. Tidurlah, aku ingin menetap di matamu sebagai air mata.