Luka
Orang-Orang menamainya luka
Dari ujung jingga yang terlihat berbeda lebih dari biasanya, bersama dengan secangkir kopi dan ingatan tentang kata bernama luka. Orang-orang riang bersama dengan cekrek bunyi kamera, mengabadikan momen lalu membuat cerita.
Berbicara tentang luka, terkadang banyak orang lupa bagaimana caranya kembali mengenal cinta. Pukat menjala duka, indah senja hanya mampu di tangkap hanya dengan lensa kamera, indah senja tidak benar-benar mampu menyembunyikan luka. Riang tawa hanya samaran dari air mata yang tak ingin terlihat. Hadir senja tidak ada bedanya dengan datangnya hujan. Ketika ingatan membawa kembali pada sebuah pelukan.
Benar adanya, orang-orang datang hanya dengan senyum pura-pura, lalu kembali berduka ketika dia yang sempat menaruh luka mulai teringat. Setumpuk buku tentang rindu, dan lagu-lagu pilu menjadi list paling atas, di putar berulang kali untuk memupuk kebutuhan rindu.
Ya, rindu tentang dia yang sempat hangat melingkarkan pelukan, dia juga yang akhirnya dengan manisnya memberi luka.
Terkadang, cinta adalah hanya tentang keikhlasan, luka ada karena kita percaya cinta hanya tentang kepemilikan. Tidak, cinta tidak demikian. Ada kalanya segala rela harus bisa kau keluarkan.
Biasakan berdamai dengan masa lalu, mencobalah merelakan apa yang paling tidak pernah direlakan. Sebab pada akhirnya, pencarianmu akan terhenti, sudah saatnya mulai berganti hati. Kamu layak bahagia meski bukan dengan orang yang sama.
Rasanya, tidak akan ada habisnya ketika kita berbicara tentang luka. Setiap orang pernah merasakan hal yang sama, terlebih luka karena cinta. Begitupun bagaimana caranya melupakan, setiap orang punya keahlian yang berebda bagaimana caranya menyembuhkan luka.
Persiapkan kembali hatimu untuk kembali menyambut hati, meski tidak tahu kapan luka akan kembali. Setidaknya, kau akan lebih paham bagaimana caranya mencari pelengkap hati.
Komentar
Posting Komentar